Tompaso, ZonaOke
Provinsi Sulawesi Utara masih mengalami kekurangan tenaga pendidik di sejumlah bidang. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, jumlah kekurangan guru mencapai ratusan orang.
Pertemuan Musyarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK SLB di gelar, Selasa (15/9/2026) di SLA Adven Tompaso dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulut Drs. Jahya P. Rondonuwu, M.Si melalui Sekretaris Dikda Sulut Bravo Turangan, ST,M.Kom bersama Kepala Bidang PKLK Merlinda Mereyke SPd MAP, Kepala Bidang SMK Join Letiman,SS menyampaikan bahwa kekurangan terbesar ada pada guru Bimbingan Konseling (BK) sebanyak 544 orang.
Selain guru BK, kekurangan juga Guru Agama Islam dan Katolik dan Guru Produktif SMK.
“Untuk mengatasi hal ini, semua sekolah di Sulut akan dilakukan desk atau pendataan ulang. Tujuannya agar kebutuhan guru di setiap sekolah bisa dipetakan dengan jelas dan penempatannya lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Dikda Sulut
berharap dengan adanya pendataan dan akan melakukan desk, permasalahan kekurangan guru khususnya guru BK dan guru produktif SMK bisa segera dicarikan solusi, baik melalui pengadaan PPPK (P3K) maupun penataan ulang guru yang ada.
Kekurangan guru BK ini menjadi perhatian karena peran BK sangat penting dalam membina karakter, mental, dan prestasi siswa di sekolah,imbuhnya.











Leave a Reply