Beijing, ZonaOke.iD – Pemerintah China menyebut langkah Amerika Serikat (AS) untuk memblokade kapal-kapal yang akan melewati Selat Hormuz pasca kegagalan perundingan di Islamabad tidak akan menyelesaikan masalah. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menegaskan bahwa akar penyebab gangguan di Selat Hormuz adalah konflik militer itu sendiri.
“Akar penyebab gangguan di Selat Hormuz adalah konflik militer. Untuk menyelesaikan masalah ini, konflik harus dihentikan sesegera mungkin,” kata Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (14/4/2026).
Pada Minggu (12/4), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan akan memulai blokade jalur maritim tersebut pada Senin (13/4). Blokade akan diberlakukan “secara tidak memihak” terhadap kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan area pesisir Iran.
Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras: “Jika ada kapal (Iran) yang mendekati BLOKADE kami, mereka akan segera DIELIMINASI, menggunakan sistem pembunuhan yang sama yang kami gunakan terhadap pengedar narkoba di kapal-kapal yang berada di laut,” tulis Trump di Truth Social.
Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Senin (13/4) memperingatkan bahwa “tidak ada pelabuhan di Teluk dan Laut Oman yang akan aman” setelah AS memberlakukan blokade. Keamanan pelabuhan di kawasan Teluk dan Laut Oman harus berlaku “bagi semua pihak atau tidak sama sekali,” kata IRGC.
IRGC juga menyatakan bahwa kapal-kapal yang berafiliasi dengan musuh akan dilarang melintasi Selat Hormuz, sementara kapal lain dapat melintas sesuai peraturan yang ditetapkan Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan bahwa tuntutan maksimalis dan ancaman blokade Angkatan Laut AS menggagalkan tercapainya kesepakatan. “Dalam pembicaraan intensif di tingkat tertinggi selama 47 tahun, Iran terlibat dengan AS dengan iktikad baik. Namun, ketika hanya tinggal selangkah lagi dari ‘MoU Islamabad’, kami justru menghadapi maksimalisme, tuntutan yang berubah-ubah, dan blokade. Tidak ada pelajaran yang dipetik,” tulis Araghchi di X.
Pengiriman melalui Selat Hormuz langsung terhenti setelah Trump mengumumkan blokade tersebut. Lalu lintas yang sebelumnya sudah beroperasi pada tingkat terbatas tiba-tiba berhenti total karena kapal-kapal mulai berbalik arah. Selat Hormuz diketahui menjadi jalur bagi sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum, dan gas alam cair (LNG) dunia.
Guo Jiakun menambahkan bahwa Selat Hormuz adalah jalur perdagangan internasional yang penting untuk barang dan energi. “Menjaga keamanan dan stabilitas wilayah tersebut serta memastikan jalur yang tidak terhalang melayani kepentingan bersama komunitas internasional,” ujarnya. China meminta semua pihak untuk tetap tenang dan menahan diri.
(*ANT/ *Reuters)


