ZonaOke

Aktual Independen

Puluhan Guru Mengikuti Peningkatan Assesmen Kompetensi Kompensatoris

Bagikan

Manado,ZonaOke

Sebanyak 32 SLB se-Sulut mengikuti
Peningkatan Kompetensi Kompensatoris bagi Satuan Pendidikan Khusus yang di gelar
Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) berkolaborasi Kementrian Balai Guru Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Utara, Senin (13/7/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kabid GTK Dinas Pendidikan Sulut, Bravo Turangan, ST., M.Kom mewakili Kepala Dinas. Turut hadir Kepala Balai GTK Sulut Ariyanto Batata, S.P., M.Pd* dan Kabid PKLK Merlinda Mereyke G. S Mamesah, S.Pd., M.A.P.

Dalam sambutannya, Bravo mengapresiasi para guru yang hadir dari berbagai daerah.
“Saya mau mengapresiasi Bapak Ibu yang bisa hadir dari berbagai tempat. Ada yang dari luar kota, artinya jauh,” ujarnya.

“Di tengah kesibukan MPLS dan menerima siswa baru, Bapak Ibu masih bisa hadir di sini. Ini membuktikan bahwa guru tidak boleh berhenti belajar,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program peningkatan mutu pendidikan sesuai arahan Gubernur Sulut.

“Ketika kita bicara guru, kita tidak hanya terpaku pada guru reguler SMA dan SMK. Kita juga harus memikirkan guru-guru yang ada di SLB,” lanjutnya.

Mantan Kepala Balai TIK menyebutkan setelah berdiskusi dengan Bidang PKLK sekitar 3 bulan lalu, disepakati topik yang paling dibutuhkan adalah Asesmen Kompensatoris. Program ini kemudian disusun bersama Balai GTK dan menghadirkan fasilitator yang kompeten.

“Harapan kami, pelatihan ini bukan hanya memberikan ilmu, tapi juga berdampak setelah Bapak Ibu kembali ke sekolah,” ucapnya.

Ia menyadari tantangan guru SLB sangat besar karena menangani anak dengan berbagai keunikan seperti autis dan tunanetra.

“Guru di SLB tidak hanya mengajar ilmu, tapi mendidik dengan kasih. Itu butuh tingkat kesabaran tingkat dewa,” ujarnya.

Pelatihan ini peserta akan belajar mengidentifikasi dan mendiagnosa kebutuhan masing-masing anak, hingga perencanaan pembelajaran termasuk kebutuhan sarana prasarana.

“Peserta dibekali dan setelah ini kembalilah ke sekolah dan implementasikan. Imbaskan juga ke guru lain,” ujarmya sembari mengatakan bahwa tujuan pelatihan agar pendidikan yang diberikan tidak hanya formalitas, tetapi benar-benar bermutu.

(er)

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *