London, ZonaOke.Id – Produsen obat asal Denmark, Novo Nordisk, yang dikenal dengan produk penurun berat badan Wegovy dan Ozempic, mengumumkan kemitraan dengan OpenAI untuk menggunakan kecerdasan buatan (AI) di seluruh lini bisnisnya. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat penemuan obat, meningkatkan efisiensi manufaktur, hingga operasi komersial.
Dalam pengumuman pada Selasa (14/4/2026), Novo Nordisk mengatakan kemitraan ini akan menggunakan teknologi OpenAI untuk menganalisis kumpulan data kompleks, mengidentifikasi kandidat obat yang menjanjikan, serta meningkatkan efisiensi dalam rantai pasok, distribusi, dan operasi perusahaan.
CEO Novo Nordisk Mike Doustdar menegaskan bahwa tujuan kemitraan ini bukan untuk menggantikan tenaga kerja yang ada, melainkan untuk meningkatkan produktivitas dan menahan laju perekrutan di masa depan.
“Tujuannya di sini bukan menggantikan ilmuwan kami. Ini tentang ‘supercharge’ mereka. AI akan membantu karyawan bekerja lebih cepat dan lebih efektif, sehingga mengurangi kebutuhan untuk menambah jumlah karyawan sebanyak sebelumnya,” ujar Doustdar dalam wawancara.
Doustdar menyebutkan bahwa setelah ia mengambil alih sebagai CEO tahun lalu, Novo Nordisk melakukan restrukturisasi yang memangkas 9.000 pekerjaan. Kemitraan dengan OpenAI diharapkan dapat lebih meningkatkan efisiensi tanpa perlu pemutusan hubungan kerja lebih lanjut.
CEO OpenAI Sam Altman menyatakan bahwa AI mengubah berbagai industri, termasuk ilmu hayati. “AI sedang membentuk ulang industri dan dalam ilmu hayati, AI dapat membantu orang hidup lebih baik dan lebih lama. Kolaborasi dengan Novo Nordisk ini akan membantu mereka mempercepat penemuan ilmiah, menjalankan operasi global yang lebih cerdas, dan mendefinisikan ulang masa depan perawatan pasien,” ujar Altman dalam pernyataan resmi.
Novo Nordisk saat ini berusaha mengejar ketertinggalannya dari Eli Lilly yang berbasis di Indianapolis. Eli Lilly baru saja memenangkan persetujuan FDA AS untuk pil penurun berat badan Foundayo bulan ini, setelah Novo meluncurkan Wegovy versi oral pada Januari. Analis memperkirakan pendapatan tahunan dari obat penurun berat badan akan melampaui 100 miliar dolar AS dalam dekade mendatang.
Novo Nordisk tidak mengungkapkan nilai finansial dari kesepakatan ini. Perusahaan mengatakan program percontohan akan dimulai di seluruh penelitian dan pengembangan, manufaktur, dan operasi komersial, dengan integrasi penuh direncanakan pada akhir 2026.
Selain itu, OpenAI juga akan membantu melatih tenaga kerja global Novo Nordisk, meningkatkan literasi AI, dan produktivitas di berbagai departemen.
Novo Nordisk menekankan bahwa kemitraan ini mencakup perlindungan data yang ketat, tata kelola, dan pengawasan manusia. Kemitraan ini dibangun di atas inisiatif AI yang sudah ada dengan mitra teknologi dan organisasi penelitian lainnya.
(*Reuters)


