Jakarta, ZonaOke.Id – Dunia Mencekam Studio dan rumah produksi Santara meluncurkan film berjudul “Songko” yang mengangkat legenda masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara. Film ini berfokus pada kejadian di sebuah desa di Tomohon pada tahun 1986, di mana warga dihadapkan pada teror makhluk mitologi bernama Songko yang disebut mengincar darah suci demi keabadian.
“Warga percaya bahwa makhluk bernama Songko telah datang untuk mengincar darah suci demi kekekalan. Ketakutan pun berubah menjadi kepanikan,” ujar Produser Kreatif Santara Avandrio Yusuf dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Avandrio menjelaskan bahwa riset film ini dilakukan dengan mewawancarai langsung kepala adat dan masyarakat di kawasan Tomohon untuk menentukan latar pengembangan film, mulai dari visual sosok Songko, desain kostum, gaya bahasa, hingga nuansa desa yang ditampilkan dalam film.
Eksekutif Produser Santara Whisnu Baker menambahkan bahwa “Songko” merupakan bagian dari visi untuk mengangkat cerita-cerita daerah yang selama ini jarang tereksplorasi. “Kami ingin membawa cerita lokal ke level yang lebih luas, tapi tetap dengan keaslian yang kuat. Dengan melibatkan talenta dari daerah asalnya, kami berharap cerita ini terasa lebih hidup dan memiliki identitas yang kuat,” jelas Whisnu.
Tim produksi mendirikan set desa di kaki Gunung Lokon sebagai lokasi utama pengambilan gambar. Pembangunan desa tersebut dilakukan pada lahan yang sebelumnya merupakan area kosong. Lokasi bangunan itu kini masih berdiri dan menjadi tempat berfoto bagi masyarakat sekitar.
Pihak rumah produksi juga melibatkan kaum muda di Manado sebanyak enam puluh persen dari total pemeran (cast) dan kru yang diarahkan oleh sutradara asal Tomohon, Gerald Mamahit. Pendekatan sutradara tersebut dinilai membuat “Songko” semakin menonjolkan unsur kedaerahan yang kuat dan autentik.
Film “Songko” dibintangi oleh Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, dan Khiva Iskak. Film ini mulai tayang di bioskop pada 23 April 2026. Rangkaian acara gala perdana berikutnya akan berlanjut ke Kota Manado setelah Jakarta, sebagai bentuk penghormatan terhadap asal-usul cerita yang menjadi inspirasi film ini.
(*Santara/ *ANT)


