Manado, ZonaOke
Sebanyak 45 guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika dari 15 kabupaten/kota di Sulut mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi.
Kegiatan ini dibuka olehs Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Dr. Femmy J. Suluh, M.Si bersama Kepala BGTP Sulut, Arianto Batara, Kabid GTK, Bravo Tuangan, S.T. M.Kom, dan Korwas, Mackson Kantale, S.Pd.,M.Pd,Selasa (30/6/2026).
Dalam sambutannya, Femmy menyebut pelatihan ini sebagai langkah kecil yang diharapkan berdampak besar bagi pendidikan Sulut. Langkah ini diambil setelah melihat hasil Tes Kemampuan Akademik / TKA 2025.
“Hasil TKA kemarin untuk mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika berada di ranking yang membuat kita terpanggil untuk melakukan sesuatu. Gap antara harapan dan fakta cukup besar, karena nilai kita ada di bawah 50,”_ ujarnya.
Ia menegaskan bahwa guru adalah kunci perubahan. “Gubernur berpesan, kita jangan menyerah pada keterbatasan. Guru yang hadir adalah orang-orang terpilih untuk menggerakkan guru-guru lain dan memberikan perubahan bagi siswa-siswi kita,”_ tegasnya.
Ia juga meminta para guru menciptakan multiplier effect di sekolah masing-masing. Ilmu yang didapat selama pelatihan harus dilipatgandakan ke teman sejawat dan siswa.
Mantan BKAD Silut juga menyoroti peran MGMP. Banyak MGMP yang hanya terbentuk tanpa aktivitas. Padahal, pendampingan pembelajaran mendalam dan coding AI akan berbasis kelompok kerja ini.
Dengan TKA yang akan digelar Oktober, para peserta diberi waktu 4 bulan untuk beraksi.
“Paling tidak di 4 bulan ini kita bisa melakukan sesuatu. Manfaatkan momentum pelatihan sampai Kamis ini sebaik-baiknya,” pesannya.
Femmy juga menyampaikan kabar baik dari Kemendikdasmen. Ke depan, MGMP tidak hanya difasilitasi pelatihan, tapi juga anggaran. Selain itu, kebijakan `Hari Belajar Guru` secara nasional juga akan diberlakukan. Pada hari tersebut, guru dibebaskan dari jam mengajar untuk belajar bersama rumpun mata pelajaran, dan kegiatan ini dihitung sebagai kredit poin.
Menariknya dalam kegiatan tersebut,Dinas Pendidikan Derah (Dikda) Sulut bersama Balai Guru Tenaga Pendidik melakukan penandatanganan kesepakatan peningkatan kopetensi guru,
Sementara itu, Ariyanto mengatakan kemajuan pendidik tentang kebijakan tata kelola guru.
“Banyak sekali persoalan di dalam pendidikan terutama di pengelolaan guru ini dan penentunya itu adalah guru. Kemajuan bangsa itu adalah maka sebuah langkah yang strategis kalau kemarin sampai 3 minggu di sini kita melaksanakan kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi ini adalah langkah berani berharap juga ini bukan sekedar sebuah kegiatan tapi betul-betul kegiatan yang bermakna,”ujarmya.
“Kegiatan ini berkolaborasi dengan Balai guru dan tenaga pendidikan berharap melalui kegiatan ini ada lompatan-lompatan ada perubahan-perubahan,”katanya sembari berharap datang ke tempat ini ada sebuah komitmen untuk memberi dampak di dalam pembelajaran memberikan perubahan di dalam pendidikan kita terutama di Sulawesi Utara(*)


