Tomohon, ZonaOke
Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, SMK Katolik Santa Familia Tomohon menggelar kegiatan perkemahan Pramuka selama tiga hari, Kamis,Jumat,Sabtu.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar tentang kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan nilai-nilai kehidupan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Misa Kudus yang dipimpin oleh Pastor Ivandi Pandaraja, Pr., dan diikuti oleh peserta didik, guru, dan para pembina.
Setelah misa, kegiatan dilanjutkan dengan pemberkatan bumi perkemahan sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan dalam suasana penuh syukur dan doa.
Suasana semakin semarak saat seluruh peserta mengikuti upacara pembukaan perkemahan. Para guru hadir dan terlibat sebagai kakak-kakak pembina yang mendampingi peserta didik selama kegiatan berlangsung.
Dalam amanatnya pada upacara pembuka sekaligus memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Kepala SMK Katolik Santa Familia Tomohon, Alessandro Pinangkaan, S.Fil., M.Pd., mengingatkan bahwa kegiatan Pramuka bukan hanya tentang berkemah dan mengikuti berbagai aktivitas kepramukaan.
Menurutnya, Pramuka merupakan salah satu wadah untuk belajar tentang kehidupan secara langsung.
“Pramuka adalah belajar kehidupan. Di sini kita belajar menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan siap menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.
Momentum Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi bagian penting dalam pesan yang disampaikan kepada peserta. Nilai-nilai Pancasila, kata dia, harus terus dihidupi oleh generasi muda karena menjadi dasar dalam membangun kepribadian bangsa Indonesia.
Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan di dalam kelas, tetapi diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.
“Semangat Pancasila harus kita tunjukkan melalui sikap saling menghargai, menjaga persatuan, bekerja sama, dan bertanggung jawab. Inilah karakter yang perlu terus dibangun dalam diri generasi muda,” lanjutnya.
Sementara itu, salah satu kakak pembina Pramuka, Kak Agus Nopkutua,S.Pd mengatakan bahwa perkemahan memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik untuk belajar mengurus diri dan bekerja bersama orang lain.
“Di sinilah kita dilatih untuk menjadi mandiri. Kita belajar mengatur diri, bekerja sama dengan teman, menyelesaikan persoalan, disiplin terhadap waktu, dan bertanggung jawab terhadap tugas. Pengalaman seperti ini menjadi bagian dari pembelajaran kehidupan,” ungkapnya.
Selama tiga hari, peserta didik mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan yang dirancang untuk membangun kekompakan, kepemimpinan, kreativitas, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Keterlibatan para guru sebagai kakak pembina juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Pendampingan diberikan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan tertib sekaligus memperoleh pengalaman yang bermakna.
Melalui kegiatan perkemahan ini, SMK Katolik Santa Familia Tomohon berupaya menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai momentum untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan kebangsaan kepada peserta didik.
Semangat Pramuka dan nilai-nilai Pancasila diharapkan terus tumbuh dalam diri peserta didik sehingga mereka mampu menjadi generasi muda yang beriman, mandiri, bertanggung jawab, memiliki semangat persatuan, serta siap menghadapi tantangan kehidupan.
(er*)













Leave a Reply