Manado,ZonaOke
Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara menggelar sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026, Rabu (29/7/2026) di Balai Penjaminan Mutu Pendifikan (BPMP) Sulut.
Hadir Kepala Dikda Sulut Dr. Femmy J. Suluh, hM.Si, Kepala BPMP Sulut Febry H J Dien, S.T., M.Inf. Tech (MAN), Kabid PKLK Merlinda Mereyke Manesah,S.Pd., MAP. Kabid GTK Bravo Turangan, ST., M.Kom, dan Kabid SMA Chemry Rojen Lebe S.Pd., M.Pd bersama para Kepala Sekolah SMA/SMK se-Sulut.
Femmy membuka pemaparannya dengan hasil Try Out TKA minggu lalu.
“Melalui sosialisasi TKA di harapkan kita masih perlu kerja keras. TKA memang tidak diwajibkan. Tapi kami sarankan, kalau orang tua tidak mengizinkan, minta pernyataan tertulis. Mengapa? Pengalaman tahun lalu, ada yang tidak ikut. Setelah mau daftar PTN tidak ada nilai TKA, orang tuanya marah-marah ke sekolah. Kenapa anak saya tidak didaftarkan,” tegas Femmy.
Fokus 3 Mapel Lemah + Hari Belajar Guru,,Untuk mendongkrak hasil, Dikda akan fokus pada 3 mata pelajaran yang masih di bawah rata-rata nasional: Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris.
“Ke depan MGMP akan difasilitasi termasuk ada anggaran khusus. Termasuk nanti ada ‘Hari Belajar Guru’ yang akan di-launching. Jadi setiap guru mata pelajaran tertentu pada hari tertentu tidak mengajar, tapi belajar bersama secara hybrid,” jelas Femmy.
Menurutnya TKA bukan hanya untuk masuk Perguruan Tinggi.
“Manfaatnya banyak: melatih berpikir kritis, mengambil keputusan, bersosialisasi, dan komunikasi. Basic skill ini sangat bermanfaat saat mereka bekerja di posisi strategis,” katanya.
Selain itu, Femmy juga menyampaikan kabar sulut memiliki Sekolah Nasional Terintegrasi, Gubernur Sulut akan ke Jakarta untuk penandatanganan naskah perjanjian hibah aset untuk Sekolah Nasional Terintegrasi.
“Kabar baiknya, khusus di Sulawesi Utara di Bolmong, ini satu-satunya Gubernur yang menghibahkan aset Pemprov. Lahan SMKN 1 Dumoga seluas 30,25 hektar. 20 hektar untuk SMP dan 10 hektar tetap untuk SMK,” kata Femmy.
Sekolah ini dibangun pusat dengan anggaran Rp250 Miliar. Fasilitasnya lapangan bola standar FIFA, kolam renang internasional, gedung olahraga indoor. Biaya operasional per tahun Rp30 – Rp60 Miliar.
“Ini peluang besar bagi daerah. Bupati/Walikota yang punya lahan minimal 10-20 hektar, ini kesempatan. Pusat yang bangun,” ujarnya.
Sekolah ini gabungan SD, SMP, SMA dan bisa dipakai juga oleh sekolah terdekat. Pendaftaran sekarang dibuka untuk SMA dan SMP. Khusus untuk putra daerah.
Tak hanya itu, Ia menegaskan Instruksi Gubernur: Sidak HP dan Kebersihan Sekolah.
Femmy juga menyampaikan arahan Gubernur terkait pembatasan penggunaan HP di sekolah.
“Sekarang semua Kepala Perangkat Daerah jika ada penugasan ke kabupaten/kota wajib mengunjungi sekolah. Cek apakah siswa main HP saat jam belajar, apakah toilet bersih,” katanya.
Ia mencontohkan ada sekolah yang saat didatangi toiletnya kotor.
“Tapi 5-10 menit kemudian bisa bersih. Kenapa harus menunggu? Ini warning untuk kita semua,” tegasnya.
Di akhir, Femmy mengajak para Kepsek untuk bekerja tuntas.
“Jangan berhenti saat lelah. Bekerja sampai selesai. Ini masa kita. Ketika diberi tanggung jawab, mari berbuat dan lakukan yang terbaik,” tutupnya.
(er)


