Manado,ZonaOke
Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara menggelar rapat pembahasan terkait Integrasi Kurikulum Anti Narkoba di satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Drs. Jayja P. Rondonuwu, M.Si bersama perwakilan Badan Narotika Nasional (BNN) Sulut..
Rapat ini membahas buku pedoman integrasi kurikulum anti narkoba yang telah melalui audiensi beberapa kali dengan pihak BNN, LSM pegiat anti narkoba, serta pemerhati pendidikan.
Dalam pengantarnya, Kadisdik Jayja Rondonuwu menegaskan bahwa gerakan anti narkoba menjadi bagian penting dalam kurikulum dan pola pendidikan di sekolah.
“Bahkan salah satu misi dari Dinas Pendidikan, misi yang pertama adalah memberantas korupsi dan juga narkoba,” ujarnya, Senin (2/11/2026).
Hal ini sejalan dengan visi misi Gubernur Sulawesi Utara yang menjadikan pemberantasan narkoba sebagai program prioritas.
Sebagai pelaksana teknis percepatan visi misi Gubernur, Dikda berharap gerakan anti narkoba termasuk perluasan integrasi kurikulum dapat dibahas dan diputuskan secara konkret.
“Saya berharap apa yang dihasilkan dalam forum ini bisa menghasilkan hal yang konkrit yang kemudian akan ditindaklanjuti dan dilaporkan ke pimpinan,” tambah Jayja di hadiri Kepala SMA/SMK SLB Kota Manado.
Diharapkan hasil rapat ini dapat menghasilkan keputusan yang berguna bagi anak bangsa dan satuan pendidikan, sehingga anti narkoba benar-benar menjadi perhatian khusus bersama.
(er)












Leave a Reply