Jakarta, ZonaoKe.Id – Suasana meriah menyelimuti Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Kamis (19/3/2026) pagi. Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad secara resmi melepas keberangkatan 400 pemudik dalam program mudik gratis 2026 menuju sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bukan sekadar pelepasan biasa, acara ini dikemas meriah dengan hiburan hingga pembagian uang saku.
Program yang diselenggarakan oleh MS GLOW ini menyediakan tiga rute utama, yakni Jakarta–Semarang–Surabaya, Jakarta–Surabaya–Malang, serta Jakarta–Solo–Yogyakarta. Armada bus yang digunakan berasal dari Juragan 99 Trans, milik pengusaha Gilang Widya Pramana yang akrab disapa GWP.
Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni (UKP Muda Seni).
Raffi Ahmad menyebut program mudik gratis ini sebagai bentuk kepedulian bersama untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman tanpa terbebani biaya transportasi.
“Program Mudik Gratis ini salah satu bentuk nyata kepedulian bersama untuk membantu masyarakat bisa pulang ke kampung halaman. Saya sangat mengapresiasi inisiatif yang konsisten menghadirkan program berdampak seperti ini,” kata Raffi Ahmad dalam keterangan di Jakarta, Kamis .
Founder J99 Corp., Gilang Widya Pramana, mengatakan program tersebut rutin digelar setiap tahun. “Kami ingin membantu masyarakat merayakan Lebaran bersama keluarga tanpa terbebani biaya perjalanan,” ujarnya.
Pelepasan pemudik tahun ini terasa berbeda. Sebelum berangkat, para peserta dihibur dengan pertunjukan seni Betawi, seperti tarian Betawi dan palang pintu. Suasana semakin meriah dengan kehadiran para kreator konten, termasuk emak-emak “korban bank emok” yang tengah naik daun, yang mengajak para pemudik joget bersama.
Penampilan musisi Aldi Taher turut menambah semarak acara. Tak hanya itu, para pemudik juga mendapatkan uang saku dan parcel yang membuat mereka semakin bahagia sebelum memulai perjalanan.
Pelaksana tugas Direktur Utama TMII, Ratri Paramitha, mengapresiasi konsep acara yang berbeda tahun ini. “Biasanya hanya pelepasan, namun kali ini disertai hiburan yang membuat suasana lebih meriah,” ujarnya.
Peserta program mudik gratis ini didominasi oleh perempuan pekerja sektor informal, seperti buruh, pedagang, pekerja rumah tangga, hingga guru ngaji. Salah satu peserta, Nur, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia sempat mengurungkan niat mudik karena keterbatasan biaya, namun akhirnya bisa pulang kampung berkat program ini.
Program mudik gratis ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
(*ANT/ *Detikcom/ *Liputan6)
