ZonaOke

Aktual Independen

Sekretaris Dikda Sulut Bravo Rurangan: Hasil AKG Jadi Dasar Analisis Kebutuhan Guru

Bagikan

Bravo Turangan

Manado,ZonaOke

Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara mulai melaksanakan Desk Analisis Kebutuhan Guru (AKG) sebagai bagian dari upaya memperkuat akurasi data kebutuhan dan ketersediaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB di Sulawesi Utara.

Advertisements

Hal ini disampaikan Sekretaris Dikda Sulut, Bravo Rurangan, ST., M.Kom.

Kegiatan desk dilaksanakan melalui proses verifikasi oleh Verifikator Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas dengan melibatkan satuan pendidikan.

“Dalam proses tersebut, Verifikator melakukan pemeriksaan dan rekonsiliasi data kebutuhan guru dengan data yang tersedia, termasuk mencocokkan data satuan pendidikan dengan data RSDM Dapodik.

Desk AKG tidak hanya berfokus pada jumlah guru yang dibutuhkan, tetapi juga melihat ketersediaan guru berdasarkan mata pelajaran, kondisi rombel, serta data kepegawaian. Untuk Guru PPPK, verifikasi juga memperhatikan kesesuaian mata pelajaran yang diajarkan dengan SK PPPK,”ujarmya,Senin (28//9/2026).

Apabila ditemukan perbedaan antara data kebutuhan yang dimiliki satuan pendidikan dengan data hasil pengolahan RSDM Dapodik, Verifikator akan melakukan klarifikasi dan, bila diperlukan, perhitungan ulang sesuai mekanisme yang digunakan dalam proses desk.

Dengan demikian, angka kebutuhan yang ditetapkan diharapkan benar-benar berdasarkan hasil verifikasi dan kondisi riil satuan pendidikan.

Selain kebutuhan guru, proses desk juga mencakup verifikasi kebutuhan dan ketersediaan Tenaga Kependidikan. Khusus untuk SMK, nomenklatur mata pelajaran produktif juga disesuaikan dengan data yang digunakan dalam RSDM.

Hasil akhir proses verifikasi dituangkan dalam Berita Acara Desk AKG yang memuat kebutuhan, ketersediaan, serta selisih kebutuhan Guru dan Tenaga Kependidikan. Selisih tersebut menjadi informasi penting untuk melihat satuan pendidikan atau mata pelajaran yang mengalami kekurangan maupun kelebihan guru.

Ia menegaskan, Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara membangun basis data yang lebih akurat sebagai dasar perencanaan pemenuhan kebutuhan guru dan pemerataan GTK antar satuan pendidikan dan wilayah.

“Desk AKG ini bukan sekadar mencatat berapa guru yang kurang atau berlebih. Yang paling penting adalah memastikan data yang menjadi dasar perencanaan benar-benar terverifikasi dan menggambarkan kondisi riil di sekolah,” ujar Bravo Rurangan.

Melalui proses tersebut, hasil AKG diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dalam menyusun kebijakan pemenuhan dan pemerataan guru secara lebih tepat sasaran, sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di Sulawesi Utara.

Khusus tahap awal, desk difokuskan pada Cabang Dinas Pendidikan Bolmut dan Minahasa.

(rik)


Bagikan
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *