ZonaOke

Aktual Independen

50 Guru SMK Berangkat ke Jerman, Kemendikdasmen Genjot Kompetensi Vokasi

Bagikan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengakselerasi peningkatan kapasitas, kompetensi, dan wawasan global para pendidik vokasi agar senantiasa relevan dengan tuntutan industri terkini melalui Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan program peningkatan kompetensi tersebut pada tahun ini memberangkatkan 50 guru SMK dari berbagai satuan pendidikan yang telah diseleksi secara ketat oleh tim kerja khusus.

Meiner Efrai Tangkulung guru SMK Negeri 1 Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara yang mengikuti magang ke Jerman

Advertisements

“Upaya untuk meningkatkan kemampuan para guru SMK ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya kami mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” kata Mendikdasmen Mu’ti saat membuka kegiatan Pelepasan Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026 di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa.

Pihaknya, kata dia, memahami bahwa kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh para guru sebagai agent of learning dan juga sebagai agent of civilization.

Pihaknya berharap program magang tersebut dapat memberikan dampak ganda, tidak hanya bagi murid-murid SMK di satuan pendidikan asal para peserta magang, namun juga bagi guru-guru SMK lainnya yang belum berkesempatan mengikuti program itu.

Bagi murid-murid SMK, Mu’ti berharap para guru yang telah mendapat penguatan kompetensi melalui program magang luar negeri tersebut dapat melatih peserta didik masing-masing agar semakin siap untuk memasuki dunia kerja, baik secara hardskills maupun softskills.

Sementara bagi guru-guru lain, ia berharap para peserta magang luar negeri dapat mentransformasikan dan membagikan pengalaman serta ilmu masing-masing kepada para guru yang belum berkesempatan mengikuti program tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menambahkan program magang luar negeri tersebut memberangkatkan 50 guru SMK dari 16 provinsi ke Jerman, dengan mitra tujuan, yakni Technical University of Dresden dan Festo.

Kelima puluh guru SMK ini, kata Tatang, merupakan para guru terpilih dari satuan pendidikan SMK negeri dan swasta, dengan tiga bidang keahlian yang diperhitungkan, yakni teknologi manufaktur dan rekayasa, teknologi konstruksi dan bangunan serta energi dan pertambangan.

Tatang menambahkan kelima puluh guru SMK tersebut nantinya akan menjadi duta di satuan pendidikan masing-masing yang memiliki tugas untuk membagikan ilmu maupun pengalaman masing-masing kepada para guru maupun murid-murid SMK agar lebih siap memasuki dunia industri global.

“Tentu keberangkatan Ibu dan Bapak Guru ke Jerman membawa misi penting, yakni meningkatkan kompetensi, wawasan profesional, dan sekaligus pengalaman belajar dan praktik bagaimana di dunia pendidikan dan juga di dunia industri. Ini harapannya nanti praktik baik ini bisa disebarluaskan di Tanah

Sementara itu, Salah satu guru dari Provinsi Sulawsi Utara, SMK Negeri 1 Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara Meiner Efrai Tangkulung,S.Pd., M.Pd, sangat bersyukur memgikuti pembekalan.

“Puji Tuhan, saya sekarang mengikuti Pre-Departure Orientation (PDO) Program Magang Guru SMK ke Jerman yang dilaksanakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), tanggal 26–30 Agustus 2026,”ujarmya.

Menurutnya, Kegiatan tersebut merupakan tahap persiapan sebelum ia mengikuti program Overseas Internship for Vocational Secondary School (SMK) Teachers 2026 di TU Dresden, Jerman, selama 1 September–30 November 2026.

“Selama PDO, kami dibekali berbagai materi terkait kesiapan akademik, bahasa, budaya, etika, kedisiplinan, administrasi perjalanan, serta wawasan mengenai pendidikan vokasi di Jerman.

Saya berharap kesempatan ini tidak hanya menjadi pengalaman pribadi, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi SMKN 1 Ratahan dan pengembangan pendidikan vokasi di Sulawesi Utara. Saya ingin mempelajari praktik-praktik baik pendidikan vokasi Jerman, khususnya hubungan sekolah dengan dunia industri, pembelajaran berbasis praktik, teknologi pendidikan, dan pengembangan kompetensi guru,”teranya

Ia menegaskanbahwa setelah mengikuti magang  akan membagikan ilmu yang didapat untuk meningkatkan pembelajaran SMK di Sulawesi Utara .

“Setelah kembali ke Indonesia, saya berharap dapat membagikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kepada rekan-rekan guru serta ikut mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di SMK,”tandasnya sembari bermohon doa dan dukungan dari keluarga, rekan-rekan guru, sekolah, serta masyarakat agar seluruh rangkaian program ini berjalan dengan baik dan dapat membawa manfaat bagi pendidikan vokasi di daerah kita.

(ant*)


Bagikan
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *