Manado, ZonaOke_
Minimnya jumlah peserta Lomba Kompetensi Siswa / LKS SMK menjadi sorotan Kepala Dinas Pendidikan Daerah / Dikda Sulut, Dr. Femmy J. Suluh,M.S.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK, Senin (30/6/2026) di Aula SMKN 2
Ia menyebut, hanya sekolah-sekolah tertentu saja yang rajin mengikuti LKS dan berbagai program dari pusat. Padahal banyak peluang lain seperti magang ke Jepang, seminar series ke Jerman-Belanda, hingga sertifikasi bahasa asing.
“Dua itupun SMK yang itu-itu saja yang selama ini mengikuti program. Sekolah yang lain kurang aktif merespons. Padahal banyak sekali tawaran program dari kementerian, ada anggaran yang bisa membantu sekolah. Kalau tidak aktif, tidak dapat,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan masih ada sekolah yang belum pernah mendapatkan bantuan program dari pusat sama sekali.
“Ada sekolah di sini yang belum pernah dapat satupun dari program itu? Angkat tangan. Mari, kesempatan dari kementerian jangan dilewatkan. Program ini tidak perlu sekolah keluar biaya, karena sudah ada anggarannya,” ujarnya.
Femmy meminta para kepala sekolah lebih proaktif dan memanfaatkan grup MKKS untuk berbagi informasi program.
“Kalau ada program, taruh di grup. Sekolah ini untuk mendaftar, sekolah lain mana yang belum mampu. Manfaatkan peluang-peluang ini,”_ pintanya.
Terkait LKS, ia menginstruksikan para pemenang agar segera mempersiapkan diri untuk tingkat nasional.
“Pemenang LKS harus segera dipersiapkan dengan baik. Usaha supaya bisa muncul di pusat. Kita masih kurang prestasi di tingkat nasional,”_ jelasnya.
Di akhir, ia juga menyinggung soal program revitalisasi SMK. Ia meminta sekolah mempersiapkan data di Dapodik dengan baik karena itu menjadi dasar penetapan penerima bantuan dari pusat.
“Jangan cuek dengan Dapodik. Kementerian harus mempertanggungjawabkan penetapan penerima revitalisasi. Basis datanya dari situ, walaupun nanti diperkuat dengan verifikasi clear and clean,”tutupnya.


