Manado, ZonaOke – SEAMEO BIOTROP menggelar Pelatihan Smart Urban Farming untuk Guru dan Tenaga Kependidikan di SMA Negeri 7 Manado, Selasa (30/6/2026). Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan yang dibagi dalam kelompok praktik lapangan.

Pelatihan ini menghadirkan jajaran pemateri: Prof. Dr. Edi Santosa, S.P., M.Si selaku Direktur SEAMEO BIOTROP, Dr. Doni Yusri, S.P., M.M selaku Deputi Direktur Bidang Program, serta narasumber Dr. Ir. Supriyanto, Risa Rosita, M.Si, Dewi Suryani, S.P., M.M, Prof. Kukuh Nirmala, Moh. Burhanuddin Mahmud, S.Pi., M.Si, dan Slamet Widodo,M.Sc.
Slamet Widodo,M.Sc, menekankan pentingnya model pembelajaran berbasis laboratorium alam terbuka.
“Model pembelajaran ini penting dengan memanfaatkan media atau laboratorium alam terbuka. Harapannya, ilmu yang didapat guru bisa dikembangkan jadi model pembelajaran, media ajar, sekaligus RPP. Sehingga proses belajar tidak hanya teori, tapi siswa benar-benar bisa mempraktikkannya,”_ kata Slamet.
Ia menambahkan, materi ke depan akan fokus pada pengembangan ikan konsumsi dan ikan hias.
“Bagaimana kita membangun ketahanan pangan bermula dari sekolah. Sekolah harus jadi agent of change. Tidak hanya guru atau tenaga kependidikan, tapi semua komponen di sekolah bisa jadi bagian penting dalam mendukung edukasi berkelanjutan,”_ jelasnya.
Slamet juga menyebut keterkaitan dengan Deep Learning yang dicanangkan Kemendikdasmen. Ia berharap teori di kelas bisa diimplementasikan di dunia nyata agar siswa siap untuk pendidikan tinggi maupun pekerjaan.
Sementara itu,Salah satu guru SMK PP Kalasey, Lanny Dalending, S.Pd, menyampaikan bahwa kegitan yang diikuti memberikan keterampilan teknis pertanian modern di lahan.
“Harapan utama dari pelatihan ini adalah membekali guru dan tenaga kependidikan dengan keterampilan teknis pertanian modern di lahan terbatas. Tujuannya agar mampu menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, mendukung program ketahanan pangan, dan mengintegrasikan praktik ini ke dalam pembelajaran,”tandasnya.


