Manado,ZonaOke
Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulawesi Utara Dr. Femmy J. Suluh, M.Si di dampingi Kepala SMAN 2 Manado I Wayan Sumarta, M.Pd hadir langsung dalam badah Syukur Penamatan Siswa Kelas XII Angkatan ke-63_ di Sporthall SMAN 2 Manado, Jumat (8/5/2026).

Sebanyak 233 lulusan resmi dilepas setelah menuntaskan pendidikan 3 tahun.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulut, Gubernur Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus, S.E dan Wakil Gubernur Dr. Johannes Victor Mailangkay, S.H., M.H menyampaikan selamat kepada seluruh siswa, orang tua, serta jajaran SMAN 2 Manado. Adik-adik Angkatan 63 adalah generasi yang unik, SMP kalian belajar dalam suasana pandemi Covid-19. Di SMA, kalian hadapi dinamika perubahan luar biasa cepat. Kalian berada di era Industri 4.0 yang bergerak ke Smart Society 5.0 dengan tantangan profesi yang usianya semakin pendek,”tuturnya.
Menurutnya, Apa yang dipelajari hari ini belum tentu sesuai dengan kondisi masa depan. ijazah tidak dijadikan satu-satunya jaminan.
“Ijazah adalah pintu masuk, tapi bukan jaminan sukses. Jangan pernah berhenti belajar dan berusaha,” ujarnya.
Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulut sangat banggakan capaian 45 siswa dari 233 lulusan SMAN 2 Manado yang telah diterima di perguruan tinggi lewat jalur prestasi. Sisanya masih berjuang di jalur tes, sebagian akan bekerja, dan sebagian memilih jalur lain.
“Bersyukurlah, karena adik-adik berada di 22% penduduk Indonesia yang lulus SMA. Masih banyak yang belum bisa lulus karena berbagai alasan,” tambahnya.
Femmy Suluh mengapresiasi Kepala SMAN 2 Manado I Wayan Sumarta,S.Pd.,M.Pd dan jajaran yang aktif mengembangkan ekstrakurikuler.
“Dalam Hardiknas kemarin, SMAN 2 Manado ikut banyak lomba. Walau belum juara 1, 2, 3, tapi sudah masuk 10 besar dari puluhan sekolah se-Sulut. Ini luar biasa,” katanya.
Ia juga memuji penampilan tim Maengket dan Masamper yang tampil dalam acara penamatan. “Latihan singkat, tapi nilai semangat dan filosofi Masamper luar biasa. Ini harus terus diaktifkan.”katanya
Tak hanya itu, Femmy mengatakan kepada para lulusan jadilah Problem Solver.
“Jangan berhenti jadi pembelajar, sampai minggu lalu kalian belajar dengan buku. Mulai hari ini kalian belajar dari kehidupan. Bangun karakter & integritas. Ijazah bisa membawa kalian meraih keberhasilan, tetapi karakter dan etika yang akan menjaga kalian tetap di puncak. Jadilah solusi, bukan pembuat masalah “Don’t be a problem maker, be a problem solver di manapun kalian berada.
Jangan takut gagal, kegagalan adalah guru yang paling jujur. Dengan jujur kita bisa introspeksi dan berbenah jadi lebih baik. Jangan lelah bermimpi, jangan lelah berjuang, tapi jangan lupa mengabdi bagi bangsa, negara, dan daerah yang kita cintai.”tukasnya.
Femmy Suluh mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang jadi tiang penyangga utama.
“Tugas belum selesai. Beri mereka ruang memilih masa depan, tapi tetap arahkan pada nilai moral dan integritas. Keluarga adalah jaring pengaman terbaik,” pesannya.
Selain itu Femmy mengatakan SMAN 2 Manado adalah salah satu sekolah favorit di Sulut.
“Tugas adik-adik yang lulus ikut sosialisasikan bahwa sekolah ini baik. Guru dan Kepsek punya tanggung jawab kembalikan kejayaan SMAN 2 Manado yang dikenal menghasilkan kader terbaik di tingkat nasional hingga internasional. Teruslah berinovasi, karena cara kita mendidik menentukan masa depan anak-anak.”katanya lagi.
Tak hanya itu, Femmy Suluh mengapresiasi acara penamatan yang digelar sederhana sesuai Surat Edaran Dinas, dilaksanakan di sekolah tanpa mengurangi makna kelulusan. Adik-adik tetap akan lulus, tapi kita prihatin dengan kondisi akhir-akhir ini sehingga acara dibuat dalam kesederhanaan.
“Sekali lagi banyak selamat. Kalian semua adalah petarung. Tidak mengenal menyerah, tidak akan mundur sebelum berhasil. Saya percaya masa depan berada di tangan adik-adik. Selamat!” tutupnya.
Senada disampaikan Kepala SMAN 2 Manado I Wayan Sumarta, S.Pd., M.Pd mengajak lulusan jadi generasi berkarakter.
“Penamatan hari ini bukan sekadar ceremony perpisahan. Hari ini adalah penanda perjalanan panjang, tentang perjuangan, tentang pertumbuhan, kedewasaan, dan harapan. 3 tahun lalu kalian datang sebagai peserta didik baru dengan berbagai mimpi dan rasa ingin tahu. Hari ini kalian berdiri sebagai generasi muda yang lebih matang, lebih siap, dan lebih memahami arti tanggung jawab,”ujarmya.
Dikatakan era yang berubah sangat cepat saat ini, kecerdasan saja tidak cukup.
“Bangsa ini membutuhkan generasi yang berkarakter. Generasi yang mampu menjaga etika, menghargai keberagaman, bijak menggunakan teknologi dan media sosial, serta tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Jadilah pribadi yang tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,”ujarnya.
Mantan Kurikulum SMAN 1 Manado juga ingin mengingatkan bahwa keberhasilan kalian hari ini bukan hasil perjuangan sendiri. Ada doa orang tua yang tidak pernah putus, ada pengorbanan keluarga, dan ada ketulusan guru-guru yang mendampingi kalian setiap hari.
Menariknya, penutupan kegiatan di tutup dengan doa dari siswa beragama kristen,islam, hindu dan katolik.
(er)


