Mendasmen Abdul Mu’t meresmikan revitalisasi di SMKN 3 Tondano didampingi Wakil Gubernur Sulut, Dr Viktor Maliangkay,SH MH, Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey,SSi
Tondano,ZonaOke
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan revitalisasi di SMKN 3 Tondano sebagai bagian dari program prioritas pemerintah dalam penguatan infrastruktur pendidikan.
Peresmian ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulut, Dr Viktor Maliangkay,SH MH, Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey,SSi, Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara Dr Femmy Suluh,MSi, Kabid SMK Vecky Pangkerego,SPd MPd serta sejumlah Kepala SMA/SM-SLB penerima bantuan revitalisasi tahun 2025.,Selasa (22/4/3026) di SMKN 3 Tondano.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Minahasa atas dukungan penuh terhadap program revitalisasi dan digitalisasi sekolah yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Tahun 2025 kita berhasil menyelesaikan pembangunan dan revitalisasi serta pembangunan unit sekolah baru di seluruh Indonesia untuk 16.167 satuan pendidikan.
Dari kunjungan saya ke sejumlah sekolah, semuanya sudah dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Presiden dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan, teknologi, serta pemberdayaan perempuan. Selain itu, program kesehatan dan pendidikan tetap menjadi inti dari pembangunan nasional.
Abdul Mu’ti juga mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya ke Sulawesi Utara.
Ia mengaku terkesan dengan keindahan daerah tersebut dan berencana kembali untuk meninjau sekolah-sekolah di wilayah perbatasan dan daerah 3T.
“Saya belum sampai ke perbatasan Filipina. Saya sangat ingin melihat dan mendampingi sekolah-sekolah yang ada di daerah perbatasan dan 3T,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara membacakan sambutan Gubernur Yulius menegaskan bahwa kehadiran Mendikdasmen selama dua hari berturut-turut di Sulawesi Utara merupakan bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap masa depan anak-anak di daerah.
“Kehadiran Bapak Menteri secara langsung di tengah kami adalah kehormatan sekaligus suntikan energi dan motivasi bagi seluruh insan pendidikan di Sulut untuk terus berakselerasi menuju pendidikan yang lebih berkualitas,” ujar Gubernur.
Ia menyampaikan bahwa hari ini menjadi babak baru dalam transformasi infrastruktur pendidikan di Sulawesi Utara. Dari 225 sekolah yang direvitalisasi di seluruh provinsi, sebanyak 95 satuan pendidikan resmi diresmikan sebagai simbol dimulainya babak baru tersebut.
“Bapak Menteri akan menandatangani 6 prasasti perwakilan yang mencakup seluruh jenjang mulai dari SLB, TK, SD, SMP, SMK, hingga SMA. Sementara itu, 89 prasasti lainnya telah tuntas diselesaikan. Ini adalah bukti bahwa transformasi pendidikan di Sulawesi Utara kini telah menyentuh setiap jenjang secara inklusif dan merata, tanpa ada yang tertinggal,” lanjut sambutan tersebut.
Gubernur Yulius menekankan bahwa revitalisasi bukan sekadar mengejar keindahan bangunan. Fasilitas yang mumpuni, terutama di SMK, menjadi kunci untuk melahirkan generasi yang kompetitif dan siap pakai.
“Bangunan yang kokoh dan lingkungan sekolah yang aktif adalah instrumen penting yang akan memicu lahirnya inovasi serta kreativitas, baik bagi para guru dalam mengajar maupun bagi para siswa dalam menyerap ilmu pengetahuan. Melalui revitalisasi, kita sedang membangun peradaban dan memastikan anak-anak kita di Sulawesi Utara memiliki kesempatan yang sama untuk belajar di tempat yang terbaik,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa fasilitas yang lebih baik harus dibarengi dengan semangat belajar dan mengajar yang lebih tinggi.
“Ini adalah amanah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh adik-adik kita di tahun mendatang,” tambahnya.
Di akhir sambutan, atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Gubernur Yulius menyampaikan terima kasih kepada Mendikdasmen Abdul Mu’ti beserta seluruh jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ia berharap energi ini terus mengalir agar tidak ada lagi anak-anak di daerah yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan yang bermanfaat.
(er)


