Washington D.C. ZonaOke.Id – Layanan perpesanan WhatsApp mengungkapkan bahwa sebuah perusahaan mata-mata asal Italia berhasil mengelabui sekitar 200 pengguna untuk mengunduh versi palsu dari aplikasi populer tersebut, yang kemudian digunakan untuk memata-matai korban. Perusahaan milik Meta Platforms ini mengidentifikasi pelaku sebagai ASIGINT, anak perusahaan dari SIO yang berbasis di Italia utara.
“Kampanye ini sangat tertarget dan mengandalkan penipuan untuk membuat korban menginstal perangkat lunak berbahaya yang menyamar sebagai WhatsApp,” demikian pernyataan resmi WhatsApp yang dikutip Reuters, Rabu (1/4/2026).
WhatsApp menjelaskan bahwa para korban “terutama berada di Italia.” Namun, perusahaan tidak merinci identitas korban lebih lanjut. WhatsApp menambahkan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah untuk memblokir aktivitas terkait dan melindungi penggunanya.
SIO, perusahaan induk ASIGINT, di situs webnya mengklaim bermitra dengan “Lembaga Penegak Hukum, Organisasi Pemerintah, Kepolisian, dan Badan Intelijen.” Perusahaan ini mempromosikan diri memiliki “solusi dan teknologi intelijen siber berkinerja tinggi yang telah teruji di lapangan.”
Baik SIO maupun ASIGINT belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Kementerian Dalam Negeri Italia mengarahkan pertanyaan ke kepolisian, yang juga belum memberikan respons.
Peneliti keamanan siber dari Universitas Roma Tor Vergata, Prof. Davide Balzarotti, menilai bahwa kasus ini menunjukkan meningkatnya risiko dari perusahaan pengawasan komersial.
“Ini bukan sekadar peretasan biasa. Ini adalah industri yang terorganisir dengan baik, yang menjual alat pengawasan canggih kepada klien-klien tertentu. Yang mengkhawatirkan, alat-alat ini jatuh ke tangan yang salah dan digunakan untuk memata-matai warga biasa,” ujar Balzarotti kepada Reuters.
Insiden ini merupakan kedua kalinya dalam 15 bulan terakhir Meta secara publik mengungkap aktivitas mata-mata di Italia. Sebelumnya, negara tersebut masih menangani dampak dari pengungkapan pada awal 2025 tentang operasi pengawasan yang dilakukan menggunakan spyware milik perusahaan AS, Paragon. Italia dan Paragon sejak itu telah berpisah.
Meta Platforms selaku induk WhatsApp sebelumnya juga telah berulang kali memblokir jaringan mata-mata dari berbagai negara, termasuk Israel, Rusia, dan Uni Emirat Arab. Perusahaan menyatakan akan terus berupaya melindungi penggunanya dari aktivitas pengawasan ilegal.
(*Reuters)


