Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

Top 7 News Minggu Ini

― Iklan―

spot_img

Popular News

HomeNewsDuniaUni Eropa Gelar Darurat Bahas Selat Hormuz, Cegah Dampak Perang Iran Meluas

Uni Eropa Gelar Darurat Bahas Selat Hormuz, Cegah Dampak Perang Iran Meluas

Brussels, ZonaOke.Id – Menteri-menteri luar negeri Uni Eropa menggelar pertemuan darurat di Brussels, Senin (16/3/2026), untuk membahas eskalasi konflik di Timur Tengah dan mencari solusi menjaga jalur pelayaran Selat Hormuz tetap terbuka. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas menegaskan bahwa situasi di kawasan tersebut telah berdampak langsung pada stabilitas global, termasuk Eropa dan Ukraina .

“Kami akan membahas soal Timur Tengah, semua yang terjadi di Timur Tengah yang juga berdampak pada Ukraina, mitra lainnya, dan topik utamanya adalah bagaimana menjaga Selat Hormuz tetap terbuka,” kata Kallas kepada wartawan di Brussels, menjelang Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa .

Konflik meletus setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah .

Eskalasi ini telah menyebabkan blokade de facto atas Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Kondisi ini tidak hanya mengganggu tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan, tetapi juga memicu lonjakan harga energi dunia .

Kallas mengungkapkan bahwa dalam pertemuan akhir pekan lalu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, ia membahas kemungkinan menciptakan rute pelayaran di Timur Tengah dengan meniru model “koridor pangan” atau Black Sea Grain Initiative yang sukses mengeluarkan gandum dari Ukraina di tengah perang .

“Penutupan selat ini sangat berbahaya bagi pasokan energi ke Asia, tetapi juga menjadi masalah bagi produksi pupuk. Jika tahun ini kekurangan pupuk, maka tahun depan akan terjadi kekurangan pangan,” jelas Kallas .

Selain itu, para menteri juga akan membahas kemungkinan mengubah mandat operasi angkatan laut Uni Eropa di kawasan tersebut. Kallas mengusulkan untuk memperluas cakupan Misi Aspides—yang saat ini berfokus melindungi kapal-kapal di Laut Merah dari serangan Houthi—hingga ke Selat Hormuz .

“Ini adalah kepentingan kita untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, dan itulah mengapa kita juga mendiskusikan apa yang bisa kita lakukan dari sisi Eropa,” tegas Kallas .

Namun, usulan ini tidak serta-merta mendapat dukungan bulat. Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menyatakan skeptis bahwa mandat Aspides dapat diperluas dan menegaskan bahwa Jerman tidak akan berpartisipasi jika misi tersebut diarahkan ke Selat Hormuz . Ia juga menyerukan AS dan Israel untuk memperjelas tujuan mereka dalam konflik dengan Iran .

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Luksemburg Xavier Bettel menekankan bahwa UE tidak terlibat langsung dalam perang. “Kita perlu memutuskan apakah kita akan menjadi bagian atau tidak. Dengan satelit, komunikasi, kami sangat senang membantu, tetapi jangan meminta dengan pasukan dan mesin,” ujarnya .

Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya menyatakan bahwa Prancis dan sekutunya sedang menyiapkan misi “defensif” untuk membuka kembali selat tersebut, dengan dukungan dari Siprus dan Yunani .

(*Reuters/ *AFP/ *Euronews/ *Bernama)

Berita Terkait