Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

― Iklan―

spot_img
HomeHeadlineRibuan Warga Spanyol Turun ke Jalan, Protes Perang di Timur Tengah: "Setop...

Ribuan Warga Spanyol Turun ke Jalan, Protes Perang di Timur Tengah: “Setop Genosida!”

Madrid, ZonaOke.id – Gelombang protes menentang konflik berkepanjangan di Timur Tengah mengguncang lebih dari 150 kota di Spanyol. Ribuan warga membanjiri jalan-jalan pada Sabtu (14/3/2026) untuk menuntut diakhirinya permusuhan dan ditegakkannya hukum internasional, lapor koresponden RIA Novosti.

Di ibu kota Madrid, sekitar 5.000 orang berkumpul di dekat stasiun Atocha menurut sumber penegak hukum. Aksi massa kemudian bergerak menuju Pusat Seni Museum Nasional Ratu Sofia, tempat lukisan Guernica karya Pablo Picasso—simbol ikonik anti-perang—disimpan, menjadikannya latar belakang yang kuat untuk menyuarakan penolakan terhadap kekerasan.

Para pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel penolakan terhadap perang dan aliansi militer Barat. “Tidak untuk perang!”, “Tidak untuk NATO!”, dan “Siapa yang memutuskan di sini? Rakyat Iran!” bergema di jalan-jalan Madrid.

Aksi nasional ini mengusung tema sentral “Setop Perang Timur Tengah. Jangan Lupakan Gaza”. Lebih dari 100 kelompok sipil dan partai politik dilaporkan mendukung demonstrasi besar-besaran ini.

Dalam deklarasi tertulisnya, para demonstran mengecam keras tindakan militer yang dilakukan.

“Tidak ada yang membenarkan pemboman brutal AS dan Israel yang menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian kawasan dan keamanan global … Kami mendesak semua demokrat untuk mengutuk agresi ini, menjunjung tinggi hukum internasional, dan mengupayakan perdamaian yang adil dan langgeng di Kawasan Timur Tengah termasuk mengakhiri genosida di Gaza,” demikian bunyi pernyataan mereka.

Aksi serupa tidak hanya terjadi di Madrid, tetapi juga meluas ke kota-kota besar lainnya seperti Barcelona, Seville, Zaragoza, Santander, dan Cordoba.

Menyikapi situasi ini, Kedutaan Besar AS di Spanyol pada Jumat (13/3) telah mengimbau warganegaranya untuk menghindari acara massal karena potensi terjadinya protes. Mereka memperingatkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah dapat “meningkat dengan cepat”.

Gelombang protes ini pecah di tengah memanasnya konflik. Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan target militer AS di seluruh Timur Tengah. Serangan ini merupakan respons atas operasi militer gabungan yang diluncurkan AS-Israel pada 28 Februari lalu.

Pada hari pertama operasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur. Insiden mematikan juga terjadi di selatan Iran, di mana sebuah sekolah perempuan dibom. Otoritas Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat agresi militer telah melampaui 1.300 jiwa.

(*RIA Novosti/ *AFP/ *Reuters)