Jakarta, ZonaOke.Id – Setelah tertunda selama 27 tahun, proyek gas bumi Lapangan Abadi di Blok Masela, Maluku, akhirnya memasuki babak baru. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah akan mempercepat penyelesaian proyek strategis nasional ini setelah tercapainya kesepakatan investasi senilai fantastis, yaitu 20 miliar dolar AS atau setara Rp339 triliun.
“Saya kira ini momentum yang sangat penting. Proyek ini sudah 27 tahun tertunda. Masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun baru jadi? Apalagi ini kampung Ibu saya. Jadi, saya pikir bisa tahun ini kita tender EPC,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Pernyataan tegas Bahlil disampaikan usai pertemuannya dengan CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, di Tokyo, Jepang, pada Minggu (15/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, Bahlil menekankan agar proyek gas raksasa di Laut Arafura itu segera masuk tahap keputusan investasi akhir (FID) dan tidak lagi berlarut-larut.
Ia mengapresiasi kemajuan proyek yang kini telah mencapai sekitar 25 persen. Pemerintah menargetkan kegiatan rekayasa depan (FEED) dapat dimulai pada kuartal kedua atau selambatnya kuartal ketiga tahun ini. Hal ini dilakukan agar proses tender rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) dapat berjalan paralel.
“Kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan diulur-ulur lagi. Ini sudah 27 tahun,” tegas Bahlil.
Dalam upaya memastikan proyek ini segera berjalan, Bahlil menawarkan skema khusus kepada INPEX. Ia mengusulkan agar produksi Lapangan Abadi yang mencapai 9 juta ton per tahun (MTPA) , jika hingga akhir April 2026 belum ada pembeli serius, maka hasil produksinya akan dibeli oleh Danantara. Gas tersebut rencananya akan digunakan untuk memenuhi pasokan program hilirisasi dalam negeri.
Menanggapi pernyataan Menteri ESDM, CEO INPEX Takayuki Ueda menyampaikan komitmen penuh perusahaannya untuk segera merealisasikan proyek Abadi Masela. Ueda mengungkapkan bahwa dirinya pribadi telah 12 tahun menggarap proyek ini dan memiliki semangat yang sama dengan pemerintah Indonesia untuk segera menyelesaikannya.
“Terima kasih banyak, Pak Menteri, untuk kemurahan hati dan komitmennya mendukung proyek ini. Karena ini bukan hanya isu saya pribadi, tapi segera kami, jajaran INPEX juga memiliki komitmen untuk mempercepat realisasi Abadi. Setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami semakin semangat lagi untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi ini,” ujar Ueda.
Proyek Abadi Masela merupakan salah satu proyek strategis nasional yang ditunggu-tunggu dan diharapkan mampu mendongkrak ketahanan energi nasional serta memberikan multiplier effect bagi perekonomian, khususnya di wilayah Maluku dan sekitarnya.
(ant/cnbc)
