Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

Top 7 News Minggu Ini

― Iklan―

spot_img

Popular News

HomeNewsPolitikProgram Makan Bergizi Gratis Jadi Stimulus Ekonomi Akar Rumput, Target 80 Juta...

Program Makan Bergizi Gratis Jadi Stimulus Ekonomi Akar Rumput, Target 80 Juta Penerima pada 2026

Jakarta, Zonaoke.Id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program unggulannya, Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak hanya berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput. Di tengah ketidakpastian global, program ini dinilai menjadi stimulus yang tepat untuk menggerakkan sektor ekonomi kecil.

Dikutip dari keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Senin (16/3/2026), Presiden Prabowo menyatakan bahwa krisis global justru mempercepat langkah-langkah pemerintah dalam menggerakkan sektor ekonomi dan investasi jangka panjang, terutama di bidang sumber daya manusia (SDM).

“Stimulus untuk pertumbuhan di tingkat akar rumput,” ujar Prabowo menegaskan peran program MBG.

Kepala Negara memaparkan bahwa pemerintah menargetkan program MBG dapat menjangkau hingga 80 juta penerima manfaat pada tahun 2026. Sasaran program ini meliputi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di seluruh Indonesia.

“Program ini dirancang untuk memberi makan lebih dari 80 juta orang hampir setiap hari, dan program ini menyumbang 11 persen dari anggaran pemerintah pusat tahun ini,” jelasnya.

Dengan skala sebesar itu, MBG diyakini mampu mendorong pemberdayaan masyarakat kecil, meningkatkan daya beli, dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Selain MBG, Presiden Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan investasi pada program-program kerakyatan lainnya. Beberapa di antaranya adalah penyediaan rumah subsidi dan penguatan koperasi desa.

Pemerintah juga akan mendorong ekspansi ekonomi melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari berbagai tekanan dan ketidakpastian global.

(*Badan Komunikasi Pemerintah/ *ANT)

Berita Terkait