Tahuna, ZonaOke
Kepala SMAN 7 Manado, Dr. William Hanny Rawung, M.Hum, membagikan praktik baik sekolahnya dalam mengelola limbah sisa makanan dari sampah jadi potensi.
“Sisa-sisa makanan tidak kami buang. Setiap hari, tiap kelas mengumpulkan sisa sayur dan nasi. Bahkan yang sudah terkontaminasi minyak pun tetap dikumpul,” jelas saat pertemuan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Sulut, Selasa (23/6/2026) di Pendolo Bupati Kepulauan Sangihe.
Sebagai Sekolah Lingkungan Adiwiyata, memanfaatan makanan sisa mbg bisa menjadi pupuk, sabun dan minyak aroma terapi.
Caranya tidak rumit,Sayur yang terkena minyak bisa dicuci terlebih dulu. Setelah itu, semua sisa dipotong kecil-kecil dan dicampur dengan bahan lain. Rata-rata kulit buah paling banyak.
Ia menjelaskan proses Pembuatan Eco Enzyme, Campuran sisa makanan itu lalu ditambahkan larutan gula + air untuk proses fermentasi.
“Dulu kami coba pakai gula batu, tapi mahal. Sekarang pakai gula biasa atau campuran lain yang mengandung gula, lebih murah,” ujarnya.
Menurutnya, proses fermentasinya cukup 3 bulan dalam wadah tertutup rapat. Tantangan terbesarnya justru bukan fermentasi, tapi membentuk kebiasaan seluruh warga sekolah untuk tidak membuang sisa.
Hasilnya lumayan,Dalam sehari, SMAN 7 Manado bisa mengumpulkan 20–25 kg sisa makanan dari makanan bergizi gratis (MBG) siswa. Setelah 3 bulan, sisa itu menjadi eco enzyme yang bisa dimanfaatkan lagi.


