Manado, ZonaOke
SMAN 7 Manado sukses menggelar Pentas Seni dan Budaya, Senin (15/6/2026).
Beragam tampilan memukau ditunjukkan siswa, mulai dari kabasaran, rebana, masamper, kulintan, hingga dance, tarian saman. Selain itu, ditampilkan pula maengket, teater, dan atraksi paskibraka.
Tak hanya seni tradisi dan modern, siswa juga memamerkan prestasi yang ditorehkan selama 2025-2026. Salah satunya penampilan bakat minat baca puisi dalam Festival Lomba Seni Sastra Nasional (FLS2N).
Mengusung tema “Bersama Berkarya Mengukir Prestasi” acara ini dihadiri Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kemendikdasmen Perwakilan Sulut Arianto Batara, S.P., M.Pd, Kepala SMAN 7 Manado Dr. Willem Hanny Rawung, M.Hum para orang tua, guru aktif, hingga guru pensiunan.
Apresiasi langsung datang dari Kepala BGTK Sulut. Dalam sambutannya, Arianto menyebut Indonesia terkenal dengan kreativitasnya.
“Itu berarti melihat sebuah persoalan dengan cara sendiri. Kita kenal tari kreasi, itu adalah kreativitas. Dan itu sudah ditunjukkan murid-murid di sini dengan dukungan para guru,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya administrasi untuk setiap kegiatan.
“Selamat bagi kita semua yang telah menghasilkan kreativitas-kreativitas,” tambahnya.
Namun, ia mengingatkan agar kreativitas memiliki batas.
“Anak-anak, batasannya seperti apa? Kalau kreativitas tanpa dibatasi bisa kebablasan. Ada yang jago komputer akhirnya jadi hacker atau menampilkan hal yang tidak baik secara moral,” tegasnya.
Menurutnya, moralitas adalah pagar dari setiap kreativitas.
“Maka sangat penting, selain berkreasi, perlu diingat juga batasan moralitas. Apakah setiap kreasi yang ditampilkan sesuai norma? Ini perlu diperhatikan,” jelasnya.
Di akhir, ia berpesan kepada siswa SMAN 7 Manado.
“Baguslah berkreasi. Isi waktu muda kalian dengan hal yang positif,” pesannya.


